Amin AK: Anjloknya IHSG Jadi Ujian Kepercayaan Pasar Modal Nasional

- Editorial Team

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam beberapa waktu terakhir bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), bukan sekadar gejolak teknis pasar, melainkan sinyal serius yang perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan.

 

Menurut Amin, koreksi tajam IHSG yang menembus ambang batas trading halt—yakni penurunan lebih dari 5 persen dalam satu sesi sebagaimana diatur Bursa Efek Indonesia (BEI)—menunjukkan bahwa kepercayaan pasar sedang diuji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kita harus jujur melihat peristiwa ini. Anjloknya IHSG hingga berulang kali memicu trading halt bukan sekadar fluktuasi biasa. Ini adalah sinyal kepercayaan pasar yang sedang diuji, bukan hanya terhadap emiten tertentu, tetapi terhadap tata kelola pasar modal kita secara keseluruhan,” ujar Amin dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga:  Menhub Dudy Buka Posko Pusat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026

 

Namun demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme trading halt bukanlah kegagalan sistem. Justru sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan instrumen perlindungan investor untuk meredam kepanikan agar koreksi tidak berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.

 

“Trading halt adalah rem darurat yang memang disiapkan. Jadi ini bukan kegagalan, tetapi mekanisme pengaman agar gejolak tidak memburuk,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

 

Amin juga menyoroti perhatian pasar global terhadap isu pembekuan sementara rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia mengingatkan bahwa indeks MSCI menjadi rujukan utama bagi dana-dana besar dunia, termasuk dana pensiun dan dana indeks pasif, sehingga setiap sinyal dari MSCI langsung berdampak terhadap persepsi investor global.

 

“MSCI bukan lembaga biasa. Ketika mereka menyampaikan kekhawatiran soal investability, pasar global bereaksi cepat. Ini yang harus kita sikapi dengan kepala dingin dan langkah konkret,” kata Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Negara (BAKN) DPR RI ini.

Baca juga:  Audiensi dengan Danpuskopaska, Wamenpora Taufik Dukung Fin Swimming Piala Kasal 2025

 

Meski demikian, Amin menekankan bahwa perhatian MSCI tersebut bukanlah vonis bahwa pasar modal Indonesia buruk, melainkan peringatan dini atas sejumlah aspek struktural yang perlu dibenahi, terutama transparansi data free float, struktur kepemilikan saham, serta konsistensi pengawasan.

 

Ia pun mengapresiasi langkah BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menjalin komunikasi intensif dengan MSCI dan menargetkan penyelesaian isu tersebut paling lambat Mei 2026.

 

“Itu menunjukkan keseriusan regulator. Tetapi pasar tidak hanya menunggu janji, melainkan bukti nyata,” ujarnya.

 

Sebagai mitra pemerintah, Amin mendorong agar tindak lanjut difokuskan pada tiga agenda utama. Pertama, penyediaan data yang dapat diverifikasi secara independen. Kedua, metodologi yang transparan dan konsisten agar tidak menimbulkan tafsir berbeda antara regulator, pelaku pasar, dan lembaga internasional. Ketiga, penguatan pengawasan dini untuk mendeteksi potensi masalah sebelum memicu gejolak.

Baca juga:  Polsek Terbanggi Besar Amankan Pelaku Pencurian Material di PT GGP Umas Jaya

 

Menanggapi kekhawatiran Indonesia berisiko turun ke kategori frontier market, Amin meminta publik tetap tenang. Ia menilai risiko tersebut masih bersifat teoritis dan belum menjadi kenyataan.

 

“Justru periode hingga Mei 2026 ini adalah window of opportunity bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa pasar modal kita dewasa, terbuka terhadap evaluasi, dan mampu berbenah,” katanya.

 

Amin menegaskan, sikap defensif justru akan memperburuk persepsi pasar. Sebaliknya, pengakuan atas masalah yang disertai tindakan cepat dan terukur akan menjadi nilai tambah di mata investor global.

 

“Pasar global menghargai negara yang mau mengakui masalah dan bertindak cepat. Jika perbaikan dilakukan secara kredibel, transparan, dan terukur, saya yakin kepercayaan investor bisa pulih, bahkan lebih kuat dari sebelumnya,” pungkas Amin.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026
Puteri Komarudin Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantura
DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:11 WIB

‎SEJIWO IWO Lampung Selatan di SMAN 1 Palas Bekali Pelajar Cerdas Sikapi Informasi,Tak Gampang Terjebak Hoaks

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya

Senin, 28 September 2026 - 12:13 WIB

Polsek Pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor

Berita Terbaru