Komisi XII DPR Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik Walau Harga Minyak Dunia Fluktuatif

- Editorial Team

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil meski harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi. Kepastian tersebut disampaikan usai Komisi XII DPR memperoleh keterangan resmi dari pemerintah terkait dinamika energi global yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional.

 

Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia saat ini berada pada kisaran 87 dolar AS per barel untuk Brent dan sekitar 83 dolar AS per barel untuk West Texas Intermediate (WTI). Meski terjadi pergerakan harga di pasar global, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“BBM subsidi dipastikan tidak naik. Pemerintah telah melakukan berbagai perhitungan dan anggaran yang ada masih mencukupi. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan melalui refocusing atau realokasi anggaran tanpa harus menaikkan harga BBM subsidi,” ujar Sugeng saat memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR ke Integrated Terminal Pertamina Palembang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/3/2026).

Baca juga:  Desa Penengahan Way Khilau gelar Rembuk Stunting, Kepala Desa Tegaskan Komitmen Tekan Angka Kasus Stunting didesanya.

 

Politisi F-Nasdem ini menjelaskan, jenis BBM yang masuk dalam kategori subsidi antara lain solar subsidi, minyak tanah di wilayah tertentu, serta LPG tabung 3 kilogram. Sementara itu, ungkapnya, BBM dan LPG non-subsidi tetap mengikuti mekanisme harga pasar yang dipengaruhi oleh kondisi global.

 

“Kami menilai stabilitas harga BBM subsidi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan harga BBM, terutama yang bersubsidi, dinilai berpotensi memicu inflasi dan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan baru,” jelasnya.

Baca juga:  Pemerintah Sediakan Jutaan Lapangan Kerja Baru Lewat Program Strategis Nasional

 

Di sisi lain, kata Legislator Dapil Jateng VIII ini, dinamika geopolitik global turut memengaruhi stabilitas energi dunia. Sebagai informasi, ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena wilayah tersebut merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia.

 

Pasalnya, sekitar 20 persen lalu lintas migas global melewati Selat Hormuz, sehingga setiap konflik di kawasan tersebut dapat berdampak pada pasokan energi internasional. “Saya menilai Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif aman karena tidak bergantung pada satu sumber impor minyak. Pasokan minyak mentah diperoleh dari berbagai negara seperti Aljazair, Angola, hingga Amerika Serikat, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan melalui diversifikasi sumber impor,” terangnya.

Baca juga:  Cucun Ahmad Syamsurijal: Kemenkeu dan BI Segera Konsolidasi Hadapi Pelemahan Rupiah

 

Selain itu, lanjut Sugeng, kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia juga memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan negara. Komoditas seperti batu bara, nikel, tembaga, crude palm oil (CPO), hingga timah mengalami peningkatan harga di pasar global. Bahkan harga timah disebut mencapai sekitar 60 ribu dolar AS per ton, yang menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut diharapkan mampu membantu menjaga keseimbangan fiskal negara di tengah tekanan harga energi global.

 

“Ketika harga energi naik, di sisi lain harga komoditas ekspor kita juga meningkat. Jika semuanya dikonsolidasikan, mudah-mudahan dampaknya terhadap APBN masih bisa dikendalikan,” tandas Sugeng.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung
Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC
Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Bupati Lampung Barat Dampingi Reses Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Kotaku di Pajar Bulan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

SMPN 1 KATIBUNG BORONG TROPI DI LOMBA DRUMBAND TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB