Globalpewartasakti.com | Lampung Selatan (GPS) –Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni menggelar rapat koordinasi kesiapan Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 bersama sejumlah instansi terkait di ruang rapat lantai 2 PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur stakeholder yang terlibat dalam pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni. Di antaranya Wadir Lantas Polda Lampung AKBP Benny, General Manager ASDP Bakauheni Partogi Tamba, Kepala KSOP Bakauheni Capt. Suratno, Ketua Gapasdap Warsak, serta perwakilan dari Polres Lampung Selatan, KSKP Bakauheni, Polsek Penengahan, Satpolair Polres Lampung Selatan, BPTD, Basarnas, hingga pihak pengelola pelabuhan penyeberangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Kepala KSOP Bakauheni Capt. Suratno menjelaskan bahwa pada pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2026, wilayah Lampung menyiapkan lima pelabuhan penyeberangan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
“Untuk angkutan Lebaran tahun ini di wilayah Lampung disiapkan lima pelabuhan yaitu Pelabuhan ASDP Bakauheni, Pelabuhan BBJ, Pelabuhan Wika Beton, Pelabuhan Seapi, dan Pelabuhan SMA,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelabuhan kontigensi seperti PT SMA dan Wika Beton akan dioperasikan apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan.
“Apabila terjadi kepadatan di Pelabuhan BBJ maka kendaraan dapat dialihkan ke Pelabuhan SMA khusus untuk kapal jenis LCT. Sementara pada arus balik, pelabuhan kontigensi akan beroperasi pada jam malam mulai pukul 22.00 WIB,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, pihak ASDP bersama instansi terkait juga menyiapkan sejumlah titik buffer zone untuk pemeriksaan tiket dan data penumpang.
Buffer zone tersebut berada di Rest Area Km 20B Tol Trans Sumatera, Pos Rumah Tiga Saudara jalur lintas timur Sumatera, serta Pos Gayam di jalur lintas tengah Sumatera.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang akan memasuki pelabuhan sudah memiliki tiket, sehingga dapat menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan,” katanya.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa potensi kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 12.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Sementara itu, Wadir Lantas Polda Lampung AKBP Benny menyatakan bahwa pihak kepolisian siap mendukung penuh kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Secara kesiapan kami melihat seluruh stakeholder sudah sangat siap. Dari kepolisian tentu kami mendukung penuh pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus mudik.
“Kita mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi para pemudik, termasuk memastikan fasilitas umum di rest area maupun pelabuhan kontigensi tetap terjaga dengan baik,” katanya.
General Manager ASDP Bakauheni Partogi Tamba menambahkan bahwa koordinasi antara sisi darat dan sisi laut menjadi kunci kelancaran pelayanan penyeberangan selama angkutan Lebaran.
“Selain pengaturan di darat, operasional di laut juga harus berjalan seimbang. Target kami minimal 120 hingga 133 trip kapal dalam 24 jam dengan waktu sandar yang harus dijaga sesuai jadwal pelayanan,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah hal penting lainnya, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan, pengaturan kendaraan bersumbu tiga, hingga pemantauan kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh instansi terkait dapat memperkuat sinergi dan koordinasi guna memastikan pelayanan angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.(*)
Sumber : Humas Polres Lampung Selatan







