Pemerintah Siap Luncurkan Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II oleh Kementerian PU di 104 Lokasi

- Editorial Team

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) –  Pemerintah secara resmi akan meluncurkan Sekolah Rakyat Tahap II yang sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini bagian dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil dan berpihak pada masyarakat yang rentan serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di seluruh Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bangsa dalam menciptakan generasi masa depan yang berdaya saing.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody.

Program Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk menampung 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari 1.872 rombel Sekolah Dasar (SD), 936 rombel Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 936 rombel Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setiap lokasi Sekolah Rakyat memiliki kapasitas 1.080 siswa, dengan rincian SD sebanyak 18 rombel (540 siswa), SMP sebanyak 9 rombel (270 siswa), dan SMA sebanyak 9 rombel (270 siswa) sehingga total terdapat 36 rombel di setiap lokasi Sekolah Rakyat.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia dengan sebaran lokasi yakni Pulau Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing  1 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi. Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Baca juga:  Kemenkeu Mengajar 10 Dilakukan Serentak, Menkeu dan Wamenkeu Turut Andil

Setiap bangunan gedung Sekolah Rakyat dengan konsep boarding school yaitu asrama siswa/siswi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan modern yang mendukung proses belajar mengajar secara menyeluruh, meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, serta sarana olahraga dan ruang kegiatan ekstrakurikuler serta asrama guru/pendamping. Selain itu, area hijau dan lansekap dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.

Pelaksanaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II adalah konsep awal Sekolah Rakyat yang telah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026 pada Tahap I yaitu sebanyak 166 sekolah  Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II diharapkan dapat selesai secara bertahap untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027.

Baca juga:  Pelaku Pencurian Alat Pertanian di Tanjung Bintang Berhasil Diamankan Polisi

Hingga 31 Desember 2025, progres pekerjaan fisik Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 3,98% mencakup pekerjaan awal konstruksi serta penyiapan infrastruktur dasar di lokasi-lokasi pembangunan. Sebagai upaya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar keamanan, tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan terdapat lingkup pemenuhan readiness criteria dalam pelaksanaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II yaitu antara lain adalah sertifikat lahan, surat keterangan bebas sengketa, dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR, dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), (Andalalin, serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).(*)

 

 

Sumber : Kementerian PU

Berita Terkait

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang Dipertanyakan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB