Kunjungan Perdana Pasca Terpilih Kembali, PM Albanese Disambut Meriah di Istana Merdeka Jakarta

- Editorial Team

Kamis, 15 Mei 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  – Hubungan erat Indonesia dan Australia kembali dipertegas melalui kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, ke Jakarta pada Kamis (15/05/2025). Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut langsung kedatangan PM Albanese dalam upacara penyambutan resmi yang penuh kehormatan di halaman Istana Merdeka.

Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama PM Albanese ke luar negeri sejak terpilih dan dilantik kembali sebagai Perdana Menteri Australia pada 13 Mei 2025 yang lalu. Momentum ini pun menjadi simbol kuat komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Sekitar pukul 10.00 WIB, iring-iringan resmi PM Albanese tiba di Istana Merdeka. Suasana meriah dan khidmat menyambut kedatangan pemimpin negara sahabat tersebut, yang diiringi 17 pasukan motoris, pasukan jajar kehormatan, 70 pasukan berkuda, serta 200 pelajar yang mengibarkan bendera Indonesia dan Australia.

Presiden Prabowo berdiri di sisi barat Istana Merdeka untuk menyambut langsung PM Albanese dengan hangat. Setelah berjabat tangan, upacara penyambutan resmi dimulai dengan dikumandangkan lagu kebangsaan Australia dan Indonesia Raya secara bergantian, disertai dentuman meriam kehormatan sebanyak 19 kali.

Kedua pemimpin negara kemudian melakukan inspeksi pasukan kehormatan, menandai penghormatan militer kepada tamu negara. Upacara dilanjutkan dengan perkenalan delegasi dari kedua negara.

Delegasi Indonesia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono.

Baca juga:  Reboisasi dan Rehabilitasi DAS Harus Jadi Prioritas Nasional

Presiden Prabowo dan PM Albanese kemudian memasuki Ruang Kredensial Istana Merdeka untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu. Setelah itu, keduanya menggelar pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo.

Pertemuan dilanjutkan dengan pembahasan resmi dalam pertemuan bilateral yang digelar di Ruang Oval Istana Merdeka bersama delegasi masing-masing negara. Dalam pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat komitmen kerja sama strategis di berbagai bidang.

Baca juga:  Basarnas Tertinggal Peralatan, Komisi V Dukung Anggaran Lebih Optimal

“Saya sekali lagi menyambut baik kesempatan ini untuk memperkuat keterlibatan dan kerja sama kita dalam konteks bilateral, regional, dan bahkan global. Di semua bidang yang telah kita capai kemajuan dan kerja sama yang baik, kita ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantar pertemuan bilateral.

Usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo dan PM Albanese menyampaikan pernyataan pers bersama yang menegaskan semangat kemitraan sejajar dan saling menghormati antara Indonesia dan Australia. Rangkaian upacara penyambutan pun ditutup dengan jamuan santap siang resmi yang digelar di Istana Negara, Jakarta.(*)

 

 

 

 

Sumber : (BPMI Setpres)

Berita Terkait

Menpora Erick Dorong Terobosan PB Percasi Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism
Bukan Lagi Sekadar Pilihan, Transformasi Digital Jadi Infrastruktur Strategis Penentu Arah Kebijakan
Presiden Prabowo: Pencak Silat adalah Jati Diri Bangsa, Membentuk Karakter dan Jiwa Kesatria Indonesia
Menkeu Purbaya Dorong Daya Saing Industri Otomotif dan Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan
Edy Wuryanto Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan
Presiden Prabowo: Hukum adalah Instrumen Negara untuk Menjaga Kekayaan Bangsa dan Negara
Wamenkeu Juda Paparkan Empat Pilar Strategi Kelola Penerimaan Negara Hadapi Outlook Ekonomi 2026
Optimalisasi Potensi Domestik Melalui B50 Guna Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 12:38 WIB

Menpora Erick Dorong Terobosan PB Percasi Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism

Sabtu, 11 April 2026 - 12:29 WIB

Bukan Lagi Sekadar Pilihan, Transformasi Digital Jadi Infrastruktur Strategis Penentu Arah Kebijakan

Jumat, 10 April 2026 - 11:51 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Daya Saing Industri Otomotif dan Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 April 2026 - 11:44 WIB

Edy Wuryanto Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

Jumat, 10 April 2026 - 11:36 WIB

Presiden Prabowo: Hukum adalah Instrumen Negara untuk Menjaga Kekayaan Bangsa dan Negara

Kamis, 9 April 2026 - 12:06 WIB

Wamenkeu Juda Paparkan Empat Pilar Strategi Kelola Penerimaan Negara Hadapi Outlook Ekonomi 2026

Kamis, 9 April 2026 - 11:56 WIB

Optimalisasi Potensi Domestik Melalui B50 Guna Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 11:48 WIB

Presiden Prabowo Bangga Lompatan Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Sedan Massal 2028

Berita Terbaru

Kab Pringsewu

Terbongkar! Gudang BBM Oplosan di Pringsewu Beromzet Miliaran

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:50 WIB