Ketum AFI: Insentif Fiskal 2027 Harus Fokus Dorong 8 Program Prioritas Nasional

- Editorial Team

Senin, 29 Juni 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | JAKARTA (GPS) – Ketua Umum Asosiasi Fiskal Indonesia (AFI), Erwin Eka Kurniawan, menilai kebijakan fiskal tahun 2027 akan menjadi instrumen penting untuk mendorong delapan Program Prioritas Nasional sekaligus memperkuat fondasi menuju target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

 

Pandangan tersebut disampaikan Erwin menanggapi penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen dengan inflasi yang dijaga pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

 

Menurut Erwin, target tersebut tidak dapat dipandang sekadar sebagai angka makroekonomi tahunan, melainkan bagian dari proses transisi menuju target pembangunan jangka panjang nasional.

 

“Di tengah perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional, Indonesia membutuhkan kebijakan fiskal yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mampu mendorong transformasi ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Erwin dalam keterangannya.

 

Ia menilai APBN 2027 dirancang untuk mendukung delapan klaster Program Prioritas Nasional yang menjadi fokus pembangunan pemerintah.

Baca juga:  Polres Tanggamus Tangkap Dua Pemuda Talang Padang, Diduga Lakukan Persetubuhan Terhadap Pelajar 14 Tahun

 

Delapan program tersebut meliputi penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta percepatan penurunan kemiskinan.

 

Menurut Erwin, pendekatan berbasis klaster tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

 

“Kita melihat adanya upaya untuk memperluas manfaat pembangunan hingga ke wilayah pedesaan, daerah tertinggal, dan pusat-pusat ekonomi baru di luar kawasan yang selama ini menjadi motor pertumbuhan nasional,” katanya.

 

APBN Sebagai Peredam Gejolak Ekonomi

 

Erwin menilai APBN perlu menjalankan fungsi yang lebih luas dari sekadar instrumen belanja negara. Dalam kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, APBN harus mampu menjadi peredam gejolak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.

 

Karena itu, ia memandang penting sinergi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, sektor keuangan, Danantara, serta berbagai instrumen investasi negara agar mampu menciptakan dampak yang lebih besar terhadap sektor riil.

 

Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting agar berbagai sumber daya yang dimiliki negara dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.

Baca juga:  Fikri Faqih Pastikan Bantuan Digital Program KLIC Korea Berdaya Guna bagi Guru di Tegal

 

Insentif Fiskal Harus Selektif

 

Dalam aspek penerimaan negara, Erwin menilai strategi pemerintah untuk memperluas basis perpajakan perlu berjalan beriringan dengan pemberian insentif fiskal yang tepat sasaran.

 

Ia mengingatkan agar insentif tidak diberikan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan manfaat ekonomi yang dihasilkan.

 

“Insentif fiskal harus diarahkan kepada sektor yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperkuat daya saing industri nasional, mendorong ekspor, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya.

 

Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan analisis data menjadi semakin penting dalam reformasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperluas basis penerimaan negara.

 

Dengan dukungan teknologi, pemerintah dinilai dapat mengidentifikasi potensi penerimaan secara lebih akurat serta menekan praktik penghindaran pajak yang selama ini mengurangi kapasitas fiskal negara.

 

Pentingnya Tata Kelola dan Akurasi Data

 

Selain aspek penerimaan, Erwin juga menyoroti pentingnya kualitas belanja negara. Ia menilai integrasi bantuan sosial dan subsidi berbasis penerima manfaat langsung melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas program pemerintah.

Baca juga:  Pekon Wonodadi Utara Peringati Tahun Baru Islam dengan Santunan Anak Yatim.

 

Menurutnya, akurasi data merupakan salah satu prasyarat utama untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.

 

“Semakin tepat sasaran sebuah program, semakin besar dampak ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan,” katanya.

 

Erwin menambahkan bahwa keberhasilan delapan Program Prioritas Nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan.

 

Karena itu, pengawasan publik, transparansi, serta tata kelola yang akuntabel tetap menjadi faktor penting agar berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan fiskal tidak diukur dari seberapa baik konsepnya di atas kertas, melainkan dari kemampuannya meningkatkan produktivitas, menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Erwin.

 

Ia menegaskan bahwa optimisme terhadap arah kebijakan fiskal 2027 perlu terus dijaga, namun harus dibarengi dengan disiplin pelaksanaan, pengawasan yang kuat, dan komitmen untuk memastikan setiap rupiah uang negara memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.(*)

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Berhasil Diamankan Bersama Barang Bukti
HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga Dengan Adat Sai Batin
Mahasiswa ITERA Gelar Sosialisasi Biokonversi Limbah Makanan Bergizi Gratis Melalui Budidaya Maggot di Desa Sumber Agung
Mengaku Terdesak Kebutuhan Ekonomi, ART di Pringsewu Gasak Emas Antam, Perhiasan dan ATM Majikan
Rapat Paripurna DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup Azwar Hadi Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas
Sinergi Masyarakat dan Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian Sapi di Terusan Nunyai
Sekda Tubaba Pimpin Rakor Usulan TKD 2027, Tekankan Kesiapan Perencanaan dan Kelengkapan Data
Tekab 308 Polsek Rumbia Ungkap Kasus Penadahan, Motor Curian Berhasil Diamankan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 12:10 WIB

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Berhasil Diamankan Bersama Barang Bukti

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:23 WIB

Sinergi Masyarakat dan Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian Sapi di Terusan Nunyai

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:37 WIB

Dipicu Pertengkaran Dua Anak, Pria di Pringsewu Diduga Aniaya Adik Ipar Menggunakan Batu Bata

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:28 WIB

Takut Ditangkap dan Ditembak, Pelaku Penusukan di Pringsewu Pilih Menyerahkan Diri Ke Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:54 WIB

Polsek Gunung Labuhan Ringkus Diduga Pelaku Curat Perhiasan Cincin Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:08 WIB

Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Lakukan Kekerasan Seksual dan Cabuli Anak di Bawah Umur

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:53 WIB

Satresnarkoba Polres Lampung Timur Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan Beserta Sabu dan Senpi Rakitan

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:12 WIB

Leasing Berwajah Koperasi di Pringsewu Menjamur, GRIB JAYA Tuntut Dibentuknya Satgas Anti Rentenir

Berita Terbaru