Provinsi Lampung Harus Perkuat Kemandirian Energi Berbasis Panas Bumi

- Editorial Team

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan pentingnya percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal) guna memperkuat kemandirian energi nasional. Pengembangan energi geothermal itu khususnya di Provinsi Lampung yang memiliki potensi besar mencapai hampir 3 gigawatt (GW).

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Sugeng, Indonesia memiliki total potensi panas bumi untuk pembangkit listrik sebesar 23,6 GW atau 23.600 megawatt (MW). Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan potensi geothermal terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun demikian, tingkat pemanfaatannya saat ini masih sekitar 10 persen atau sekitar 2,3 GW terpasang.

 

 

 

“Kita patut bersyukur karena panas bumi merupakan satu-satunya energi baru terbarukan yang mampu menghasilkan listrik secara baseload, 24 jam penuh tanpa tergantung cuaca. Berbeda dengan energi surya dan bayu yang bersifat intermittent,” ujar Sugeng saat ditemui Parlementaria usai Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Jumat (20/2/2026).

Baca juga:  Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Jami Adakwah Bandung Baru Berlangsung Khidmat, Santuni Anak Yatim Piatu.

 

 

 

Sebagaimana diketahui, kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi nasional saat ini telah mencapai lebih dari 2,4 GW yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan kapasitas panas bumi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebagai bagian dari transisi energi menuju bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen.

 

 

 

Politisi Fraksi NasDem ini pun menjelaskan, Provinsi Lampung memiliki potensi panas bumi mendekati 3 GW. Beberapa pengembang yang telah beroperasi maupun memiliki wilayah kerja di antaranya Pertamina Geothermal Energy, PLN Nusantara Power, Supreme Energy, serta Star Energy Geothermal.

 

 

 

Ia menilai, potensi tersebut sangat strategis untuk mendukung Lampung sebagai kawasan industri berbasis agro. Lampung telah berkembang sebagai sentra tebu, singkong, dan kelapa sawit, yang berpotensi menopang industri bioenergi seperti etanol dan biodiesel (B40).

 

 

 

“Ke depan, agro tidak hanya food for food tetapi juga food for energy. Lampung bisa menjadi pusat industri etanol berbasis tebu dan molases, sekaligus mendukung pengurangan konsumsi bahan bakar fosil,” jelasnya.

Baca juga:  Sekjen DPR: Efisiensi Anggaran Harus Tingkatkan Kinerja, Bukan Menurunkannya

 

 

 

Selain itu, keberadaan industri crude palm oil (CPO) di Lampung juga menjadi kekuatan dalam mendukung program mandatori biodiesel nasional.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti kondisi kelistrikan Lampung yang masih bergantung pada pasokan dari Sumatera bagian selatan. Saat ini, kapasitas pembangkit mandiri di Lampung, termasuk PLTU dan pembangkit lainnya, baru sekitar 360 MW, sementara kebutuhan listrik mencapai sekitar 1,2 GW.

 

 

 

Artinya, Lampung masih mengimpor listrik sekitar 900 MW dari sistem interkoneksi. Ketergantungan ini dinilai berisiko terhadap gangguan pasokan, mengingat panjangnya jaringan transmisi yang rawan gangguan teknis hingga berpotensi menyebabkan pemadaman (blackout).

 

 

 

“Kalau terjadi gangguan besar, tentu berdampak pada masyarakat dan sektor industri. Karena itu, kemandirian energi berbasis renewable energy menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Baca juga:  PWRI Pesawaran Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMP Negeri 18 Pesawaran ke Aparat Penegak Hukum.

 

 

 

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait eksplorasi panas bumi. Ia memastikan bahwa pengeboran geothermal berbeda dengan pengeboran lainnya dan tidak mengganggu cadangan air tanah.

 

 

 

Menurutnya, air tanah umumnya berada pada kedalaman sekitar 500 meter, sedangkan pengeboran panas bumi mencapai 2.500 hingga 4.000 meter. Uap yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memutar turbin, kemudian air hasil kondensasi diinjeksikan kembali ke dalam bumi sehingga membentuk sistem tertutup (closed loop).

 

 

 

Praktik tersebut, lanjutnya, telah diterapkan di sejumlah wilayah seperti Dieng yang dikelola Geo Dipa Energi tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan signifikan.

 

 

 

Dalam pengembangan industri energi dan agro, Sugeng menegaskan komitmen terhadap prinsip ESG (Environment, Social, and Governance) sebagai fondasi tata kelola industri modern.

 

 

 

“Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola tidak bisa ditawar. Ketiganya harus menjadi bagian integral dalam setiap proyek energi maupun industri,” tutup Sugeng.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.

Berita Terbaru