Mengenal Adat Istiadat dan Budaya Lampung Pupadun: Prosesi Pernikahan yang Sarat Makna

- Editorial Team

Sabtu, 14 Juni 2025 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Adat Istiadat dan Budaya Lampung Pupadun: Prosesi Pernikahan yang Sarat Makna

Globalpewartasakti.com | Budaya(GPS). Adat istiadat dan budaya adalah dua hal yang saling berkaitan dan sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Adat istiadat merujuk pada aturan, norma, atau kebiasaan yang telah berlaku secara turun-temurun dalam suatu masyarakat, sementara budaya mencakup keseluruhan cara hidup, termasuk nilai-nilai, kepercayaan, seni, dengan tetap mengedepankan Hukum Agama Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu contoh adat istiadat yang masih dijunjung tinggi adalah Adat Lampung Pupadun. Ikatan Warga Adat Pupadun Tanggamus (Iwapta) Batang Akhi Way Tebu Marga Pugung baru-baru ini melaksanakan prosesi adat Suku Menyakhakat Buway Nyukhang Lebu Balak Pupadun Bukhori Andika Paksi. Prosesi ini dilaksanakan dalam rangka pernikahan Khairil Huda Bin Holbi gelar (Kanjang Semahan) dengan Khairunnisa binti Awalludin gelar (Khaja Mulia).

Baca juga:  Remaja Gadingrejo Di Temukan Meninggal di Gubuk, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana

(Dilansir dari (Radarcybernusantara.Id).

Setelah resepsi pernikahan yang dilaksanakan pada Senin, 9 Juni 2025, di Kediaman mempelai wanita, kedua mempelai Raja dan Ratu sehari diberikan gelar adat secara resmi. Petugas Pembaca Pepancokh membacakan gelar adat dan nasehat untuk kedua mempelai yang baru saja akan melaksanakan aruma bahtera rumah tangga. Khairil Huda pengantin pria diberi gelar (adok) Khaja Laksana, sedangkan Khairunnisa pengantin wanita diberi gelar (adok) Khaja Ikutan.

Baca juga:  BANGGAKAN SATUAN, ATLIT KARATE YONIF 7 MARINIR SABET MEDALI DI KEJUARAAN LAMPUNG KARATE CHAMPIONSHIP 2025 PIALA GUBERNUR.

Puncak acara Gekhok Khasan Medal Ngekuhuk menggunakan Burung Garuda Nyempana Kumenoh dilaksanakan pada Sabtu, 14 Juni 2025. Menurut Sueb Rizal, gelar Ratu Yakin pengurus Iwapta Unit Tanjung Kemala, rangkaian acara ini dilaksanakan sesuai dengan pedoman buku Kuntakha Khaja Niti Pasal 278. Dan prosesi ini disaksikan oleh para penyimbang Adat Bubidang Suku hingga Semekhga (Tokoh Adat) Pekon Tanjung Kemala hingga Marga Pugung, termasuk tokoh-tokoh adat yang hadir mewakili Punyimbang-Punyimbang Sai Makhga dari Batin Menyakhakat: Buway Kediangan, Buway Manik, Buway Gunung, Buway Nyukhang, Buway Kapal, Buway Selagai. Kemudian dari Batin Tamba Pupus: Buway Nuwat, Buway Pati, Pemuka Menang, Pemuka Senima, Halam Bawak, Buway Kuningan.

Baca juga:  Menpora Dito Dukung Festival Pacu Jalur 2025: Tradisi, Sport Tourism, dan Lumbung Talenta Dayung Nasional

Prosesi adat ini tidak hanya sekedar ritual, tetapi juga memiliki makna dan nilai-nilai yang mendalam. Gelar adat yang diberikan kepada kedua mempelai memiliki arti dan tanggung jawab yang besar dalam masyarakat. Selain itu, prosesi adat ini juga menunjukkan kekuatan dan kekayaan budaya Lampung Pupadun.

Dengan demikian, adat istiadat dan budaya Lampung Pupadun masih dijunjung tinggi dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Prosesi adat pernikahan ini menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan dan melestarikan budaya dan adat istiadat sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.Red GPS

Berita Terkait

Pria Asal Pringsewu Utara Ditemukan Meninggal di Rumah Tunangannya, Ini Diduga penyebabnya
Bupati Nanda Indira Cek Kesiapan Pos Pengamanan Arus Mudik Lebaran, Pelayanan Pemudik Jadi Prioritas
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Salurkan Insentif Kepada Kader Posyandu Dan Kesehatan Di Gedung Siger Mandala Alam
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir TNI Angkatan Laut Jemput Pengungsi Di Distrik Aifat Timur Jauh Disertai pemeriksaan Kesehatan.
LMPP Kabupaten Pesawaran Buka Bersama di Cafe Manohara, Kekompakan dan Soliditas Selalu Terjaga.
Urban Style Lampung Gelar Sahur On The Road, Bagikan Makanan kepada Warga dan Pengguna Jalan di Pringsewu.
Baju Lebaran Tak Terpakai di Hari Raya, Duka Abizar dan Luka Layanan Kesehatan di Kota Bandar Lampung
Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir Angkatan Laut Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Pelatihan PBB kepada Pelajar di Maybrat

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:55 WIB

Pria Asal Pringsewu Utara Ditemukan Meninggal di Rumah Tunangannya, Ini Diduga penyebabnya

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:48 WIB

Bupati Nanda Indira Cek Kesiapan Pos Pengamanan Arus Mudik Lebaran, Pelayanan Pemudik Jadi Prioritas

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:39 WIB

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Salurkan Insentif Kepada Kader Posyandu Dan Kesehatan Di Gedung Siger Mandala Alam

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Wacana WFH bagi ASN untuk Efisiensi BBM Jangan Kurangi Efektivitas Pelayanan Publik

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:09 WIB

Mensesneg Imbau Anggota Kabinet Rayakan Idul Fitri Secara Sederhana

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

LMPP Kabupaten Pesawaran Buka Bersama di Cafe Manohara, Kekompakan dan Soliditas Selalu Terjaga.

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:14 WIB

Urban Style Lampung Gelar Sahur On The Road, Bagikan Makanan kepada Warga dan Pengguna Jalan di Pringsewu.

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:54 WIB

Baju Lebaran Tak Terpakai di Hari Raya, Duka Abizar dan Luka Layanan Kesehatan di Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru