Globalpewartasakti.com | PRINGSEWU (GPS) – Ny. Rahayu Riyanto Pamungkas resmi dikukuhkan sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu oleh Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas. Pengukuhan dilaksanakan pada kegiatan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah M. Andi Purwanto, jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai elemen terkait lainnya.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional dan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren penurunan yang konsisten setiap tahun, dari 6,54 persen pada 2021 menjadi 5,3 persen pada 2025.
Pada tahun 2025, Kabupaten Pringsewu juga meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi. Capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat intervensi gizi dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, melainkan berkaitan erat dengan kualitas tumbuh kembang, kemampuan belajar, kesehatan, serta produktivitas generasi di masa depan.
Melalui peran tersebut, Ny. Rahayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan setiap ibu hamil memperoleh perhatian dan pendampingan yang optimal, sekaligus meningkatkan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta layanan kesehatan yang memadai.(*)







